Pesona Rumah Terapung #KalimantanSelatan

April 28, 2017



Sandang, pangan, dan papan merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan. Papan sendiri, merupakan sebutan untuk tempat tinggal kita. Papan dipergunakan untuk melindungi kita dari panas, dingin, maupun hujan badai. Setiap daerah memiliki keunikan papan tersendiri. Kebanyakan papan didirikan di atas tanah. Namun, bagaimana jika papan di didirikan di atas air?


Untuk mereka yang biasa tinggal di ibukota, merupakan hal aneh jika papan didirikan diatas air. Namun tidak dengan mereka yang tinggal di pulau Kalimantan. Rumah di atas air merupakan hal yang biasa, terutama bagi penduduk yang tinggal hulu sungai. Kebanyakan, tempat tinggal mereka ada di atas air.


Kali ini saya akan bercerita tentang rumah dikampung halaman saya. Tepatnya didesa Tambak Bitin,  Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Untuk mencapai desa tersebut bisa dengan perjalanan darat, sekitar 8 Jam dari Banjarmasin menggunakan mobil atau motor. Bisa juga menggunakan klotok. Klotok merupakan sarana transportasi air di Kalimantan Selatan. Untuk mencapai desa tersebut dengan menggunakan klotok memerlukan waktu kurang lebih 24 jam dari Banjarmasin.


Rumah mereka menggunakan kayu, dan kayu tersebut ditancapkan tepat diatas air. Untuk lantai sendiri, ada yang sudah menggunakan keramik ada pula yang masih menggunakan kayu sebagai alas.


Kebanyakan bagian belakang rumah menghadap langsung pada sungai. Sungai tersebut bermuara pada sungai Kapuas, dan langsung menuju ke lautan.


Uniknya, kebanyakan kamar mandi disini terpisah dengan rumah tinggal. Kamar mandi tersebut berada agak ketengah sungai namun tidak tengah-tengah karena sungai-sungai dibelakang rumah dijadikan prasarana transportasi peduduk. Jadi, jika kita buang air maka hasilnya akan langsung jatuh kesungai terbawa arus. Baik itu buang air besar maupun buang air kecil.


Tetapi, ada juga yang memiliki kamar mandi didalam rumah. Kekurangannya adalah, setiap air sedang surut mereka tidak boleh buang air di kamar mandi dalam, karena larinya ketanah atau ke air yang tidak mengalir. Jadi menghasilkan bau dan pemandangan tidak sedap.


Buat saya pribadi ada rasa bahagia sendiri tinggal dirumah seperti itu. Karena saya sendiri orangnya sangat suka ngeliat air mengalir atau apapun yang berhubungan dengan air. Jadi, kalo saya galau, saya tinggal duduk dibelakang rumah ngeliati air mengalir atau klotok yang hilir mudik tiada henti.


Berikut spoiler foto-foto dari saya

Bagian belakang rumah



Bagian bawah rumah



Kamar mandi yang terletak agak ketengah sungai



 Pemandangan disebrang sungai pun sama bentuknya


Rugi rasanya kalo pulang kesana enggak galau dan menikmati pemandangan ini semua. Enggak sempurna liburannya. Silahkan mencoba tinggal dan menginap di rumah atas air yang bermuara pada sungai besar langsung dan rasakan sensasinya! Selamat berlibur!

You Might Also Like

34 comments

  1. Wah seru ya tinggal di atas air seperti itu! Kalau kering trus buang airnya di mana, La? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo yg kamar mandinya didarat, biasanya akan ke sungai di kamar mandi umum. Tapi banyak kok jadi enggak akan ngantri

      Delete
  2. d jkt banyak la.. hahaha rumah atas air malah kadang sampe masuk.. banjir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disini enggak akan banjir doel. Kan air ngalir terus. Seninya disitu.

      Delete
  3. Klo rumah diatas air gitu, anggap aja ala ala Maldives kali ya, la.. keluar pintu langsung jebur 😃

    ReplyDelete
  4. Wew, si pipi bolong, hati hati hanyut neng

    ReplyDelete
  5. wah menarik!
    kalo mau belanja kebutuhan sehari2, apa ada yang jualan di sungai la? atau harus nyebrang dulu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yg harus nyebrany sungai, ada juga yg jualan disungai, ada juga yg pasar didarat.

      Delete
  6. Wahhh enak ya, kalau BAB tinggal plung plung plung jadi makanan ikan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa enak deh. Langsung ilang. Tapi gue gak pernah bab disana hahahaha.

      Delete
  7. Wahhh enak ya, kalau BAB tinggal plung plung plung jadi makanan ikan...

    ReplyDelete
  8. Baru tau lala org kalimantan. Enak ya punya kampung unik seperti rumah terapung ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini masih belum ada apa-apanya kak. Desa sebelah full terapung.

      Delete
  9. Itu jenis kayu ulin atau kayu besi ya, yang dipake? Penasaran karena enggak lapuk kena air.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiangnya kayu ulin mas, nah kalo rumahnya kurang tau kayu apa.

      Delete
  10. Bagus banget tempatnya... Ah, beruntung sekali Kak Pipi Bolong pernah ke sana

    ReplyDelete
  11. Kayaknya damai banget kalau tinggal di sana ya la. Suasana hening ditemani riak air. Hmmmm....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ning, kalo mau hammock juga enak. Maunya sih kalo balik lagi bawa hammock.

      Delete
  12. uniknyaaa, harus atur waktu main ke kampung lala niiih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soon, nanti ada trip bpj kesana. Juli :)

      Delete
    2. Soon, nanti ada trip bpj kesana. Juli :)

      Delete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. uniknyaaa, harus atur waktu main ke kampung lala niiih

    ReplyDelete
  15. Tinggal di atas air gitugmn ya rasanya? =) amaz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak, kalo pengen nyebur tinggal nyemplung hahaha

      Delete
  16. Baru tau kampungnya lala di kalimantan. Kapan pulang la? Numpang nginep dong hehe

    ReplyDelete
  17. Tiangnya mereka menggunakan kayu jenis apa ya? Karena akan terendam air terus.

    ReplyDelete
  18. seru juga ya la,kalo galau tinggal ke belakang rumah. hemat kwwkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, enggak usah jauh-jauh cari sungai. Hahahaha.

      Delete