Wednesday, February 14, 2018

"Aku mau ke Garut! Kamu mau ikut?" Begitu pertanyaan seorang teman ketika saya sedang pusing dengan kebisingan ibukota pada Oktober 2017 kemarin. Tanpa berfikir panjang, saya pun mengiyakan pertanyaan tersebut.

Untungnya, Komunitas Backpacker Jakarta, mengadakan trip ke Garut dengan biaya tidaklah mahal. Sekitar 400K dengan 10 destinasi. Dan salah satu destinasi tersebut adalah "Curug Sanghyang Taraje", yang akan saya ulik dan bahas dalam postingan ini.

Kenapa Curug Sanghyang Taraje? Kenapa bukan destinasi lainnya yang saya bahas? Itu semua karena saya mendengar dan membaca cerita dibalik keindahan dan kemegahan curug ini. Tapi, nanti dulu! Pelan-pelan akan saya ceritakan sembari kalian baca tentang perjalanan saya menuju curug tersebut.

Perjalanan Menuju Curug Sanghyang Taraje

Perjalanan menuju curug sendiri tidak bisa ditempuh dengan mengendarai kendaraan roda empat. Karena banyak tikungan tajam, dengan jurang di tepiannya. Maka, kami pun memarkir kendaraan roda empat disebuah lapangan yang memang sepertinya dijadikan tempat parkir kendaraan untuk mereka yang ingin menuju Curug Sanghyang Taraje.

Informasi yang didapat, kami harus berjalan kaki kira-kira sekitar 2-3 kilometer untuk sampai di curug. Dengan kondisi jalan berbatu, namun menurun. Ada alternatif menggunakan ojek untuk sampai di curug dengan harga Rp 20.000. Namun, sepertinya itu dijadikan pilihan untuk pulang dari curug saja.

Sepanjang jalan, dihampiri oleh sawah-sawah yang cantik tiada batas. Banyak juga penduduk sekitar yang sedang bekerja bakti memperbaiki jalanan yang rusak. Dan, memang benar bahwa tikungan jalanan menuju curug tersebut sangat tajam juga diselingi jurang. Namun, banyak juga hamparan padi menguning yang tak kalah cantiknya.



Mitos dan Pesona Curug Sanghyang Taraje

Setelah berjalan kaki kurang lebih 2-3 kilometer, akhirnya sampailah kami di Curug Sanghyang Taraje. Dalam Bahasa Sunda, curug artinya air terjun, dan taraje artinya tangga, sementara sang hyang adalah sebutan kehormatan untuk dewa/raja zaman dulu. Berarti Curug Sanghyang Taraje artinya tangga untuk yang digunakan dewa-dewa.

Selain mitos tangga tersebut, ada juga mitos tentang Sangkuriang. Katanya, tak jauh dari air terjun tersebut ada sebuah batu dengan tapak raksasa yang dijadikan Sangkuriang sebagai tempat penyimpanan harta atau barangnya, semacam itulah. Tapi itu mitos ya, belum tentu benar ataupun salah karena selama ini yang saya tahu cuma Tuhan yang paling benar serta wanita yang selalu merasa benar.

Terlepas dari itu semua, curug ini memiliki pesona keindahan yang cukup fantastis! Mampu menyihir semua orang yang datang ke sini untuk benar-benar menikmati keindahan. Saya sendiri bahkan hanya sedikit berfoto-foto, lebih memilih untuk menikmati curug ini.

Dengan ketinggian hampir seratus meter, curug ini mampu membuat kita tertegun saat pertama kali melihatnya. Agak ngeri sih saya sebenarnya, karena arusnya sangat deras dan ketinggian curug yang mampu membuat mulut menganga heran. Belum lagi rerumputan yang berada di tepi curug, mampu membuat kita merasa tenang dengan kehijauan yang memang seperti dewa-dewa itu turunkan untuk menyegarkan pandangan mata.

Namun, saya masih belum berani untuk bermain langsung ke curug. Nyali saya belum teruji untuk merasakan air dari ketinggian hampir 100 meter tersebut. Hihihi.



Bagaimana? Tertarik untuk mencoba ke sini? Silahkan saja! Curug ini berlokasi di Kp. Kombongan, Pakenjeng, Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bisa menjadi salah satu tujuan wisata jika kalian berkunjung ke Garut. Sampai jumpa di trip selanjutnya!

Salam, Pipi Bolong. 

Tuesday, February 6, 2018


Apa yang terlintas dalam benak kalian tentang 'kuburan'? Kebanyakan tentang horor dan mistis. Padahal menurut saya, masa lalu lebih horor daripada kuburan. Apalagi kalau kita tidak bisa move on dari masa lalu. Itu dijamin horor banget dan bisa menghantui seumur hidup.

Pada beberapa postingan sebelumnya, saya sudah membahas tentang kuburan-kuburan cantik nan ciamik yang kesannya jauh dari horor, yaitu Ereveld, yang artinya Taman Kehormatan.


Kalau sebelumnya saya sibuk membahas Ereveld yang ada di Jakarta, kali ini, saya akan bercerita tentang pemakaman yang terletak di kota kembang nan cantik jelita, yaitu Bandung! Ya pastinya harus bahas yang di luar Jakarta, karena yang di Jakarta kan sudah disinggahi keduanya. Maka dari itu Bandung menjadi pilihan selanjutnya dalam petualangan saya menyinggahi Ereveld yang ada di Indonesia.

Baca juga : Tiga Tempat Wisata Gratis, Berdekatan, dan Instagramable di Bandung


Pasti kalian heran kan, kenapa saya suka banget main ke kuburan? Ih enggak usah ditanya! Saya saja heran banget kenapa saya sesuka itu main ke kuburan. 

Ada dua Ereveld yang terdapat di Bandung, yaitu Ereveld Pandu dan Ereveld Leuwi Gajah. Ereveld Pandu ini berada di tengah-tengah kompleks pemakaman yang terletak di Jalan Pandu, Bandung. 

Sekilas tampak sangat berbeda. Karena pemakaman milik Belanda ini, merupakan komplek tersendiri lagi di dalam komplek pemakaman Pandu. Terpisahkan oleh gerbang tinggi yang bertuliskan Ereveld Pandu di kanan dan kirinya. Merekalah yang akan menyambut kita saat pertama kali menginjakan kaki di muka gerbang Ereveld Pandu. 

Sumber gambar findagrave.
Setiap tempat memiliki peraturan masing-masing. Dan, peraturan yang ada di Ereveld Pandu tak jauh berbeda dengan peraturan di Ereveld lainnya, seperti; tidak boleh berfoto dengan nisan yang ada namanya, harus berpakain sopan, dan tidak boleh berisik di area komplek pemakaman. Memiliki jam berkunjung yaitu dari Senin-Sabtu, dari pukul 07.00-18.00. 

Saat melangkahkan kaki kedalam Ereveld ini, kita akan disambut pepohonan kanan kiri yang cukup menyegarkan mata. Saya sempat amnesia sesaat, ini saya ke kuburan atau ke hati si dia. Kok isinya pepohonan yang indah nan rupawan ya. Lalu langsung teringat, memang seperti ini Ereveld. Indah, rapi, juga jauh dari mistis.

  

Jalan setapak nan indah itu, akan mengantarkan kita semua ke sebuah monumen yang tepat berada dalam garis lurus dari pintu gerbang. Bertuliskan "OPGERICHT TER GEDACHTENIS AAN HEN DIE VIELEN ALS OFFER IN DE STRIJD OM VREDE EN RECHT." Yang artinya, "Didirikan untuk mengenang orang-orang yang jatuh sebagai pengorbanan dalam perjuangan untuk perdamaian dan keadilan." 



Memiliki tanah seluas 3,5 ha dengan 4000 makam yang terdapat di dalamnya. Tidak hanya makam KNIL, tetapi banyak juga pribumi lain dikuburkan di sana. 

Selain monumen yang dijelaskan di atas, ada juga Monumen Padalarang yang dibangun untuk mengenang tragedi jatuhnya pesawat KLM DC-3 bernomor penerbangan DT-947 di dekat Padalarang pada 10 Februari 1948, menewaskan tiga pemusik Belanda yaitu; pianis Elisabeth Everts (28 tahun), pemain cello Johan Gutlich (36 tahun), dan violis Rudi Broer Van Dijk (22 tahun)..  Selain itu Wolff Schoemaker, arsitek Belanda yang merancang desain sejumlah bangunan terkenal di Kota Bandung, juga dimakamkan di Ereveld Pandu.

Terdapat juga sebuah prasati yang bertuliskan "TER EERBIEDIGE NAGEDACHTENIS AAN DE VELE ONGENOEMOEN DIE HUN LEVEN OFFERDEN EN NIET RUSTEN OP DEEREVELDEN." Yang artinya, "untuk mengenang dengan hormat mereka yang tak disebut tetapi telah mengorbankan dirinya dan tidak bisa beristirahat di taman-taman kehormatan”.



Sebenarnya, cukup banyak gambar yang saya ambil. Namun, di dalam gambar-gambar tersebut, secara tak sengaja terselip juga gambar nisan lengkap dengan namanya. Maka dari itu saya tidak publikasikan dan saya hapus. Karena salah satu peraturan Ereveld sangatlah jelas, tidak boleh berfoto dengan nisan yang bertuliskan nama.

Ketika sedang asyik menjelajahi Ereveld Pandu, hujan turun dengan derasnya membuat saya harus menghentikan kegiatan. Maka dari itu, tidak semua bagian Ereveld bisa saya kunjungi. Membuat eksplorasi saya tidak selengkah dua Ereveld lainnya. Namun, semoga lain waktu dan lain kesempatan saya bisa mengunjungi tiap-tiap bagian yang ada di Ereveld Pandu ini, dengan kamu tentunya!

Salam, Pipi Bolong.

Tuesday, January 30, 2018

Kamu suka makan jengkol? Sama! Saya sangat suka makan jengkol. Sebagai anak berdarah Banjarmasin-Betawi yang lebih terasa kental darah Betawinya, saya merupakan pecinta jengkol nomor wahid, pengagum kelas berat, juga penggemar jengkol paling setia. Intinya, rasa suka saya terhadap jengkol melebihi rasa suka saya terhadap kamu. 

Namun ternyata, terlalu banyak makan jengkol itu tidak baik. Memang, sesuatu yang dilebih-lebihkan itu tidak baik. Seperti rasa sayangku ke kamu yang terlalu berlebihan, misalnya. Saya sendiri pernah mengalami efek buruk karena makan jengkol terlalu banyak.

Jengkoleun yang terjadi kepada saya, tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup.

Kronologis Jengkoleun.


Sumber Gambar : www.resepkoki.id 
Awal mulanya adalah saat saya datang menghadiri pernikahan seorang teman. Jengkol merupakan salah satu menu yang disajikan. Karena sudah dua minggu tak makan jengkol, bisa dibilang saya kalap. Setelahnya saya yakin disumpahin sama yang punya hajat karena sudah menghabiskan jengkolnya. 

Keesokan harinya ternyata salah satu keluarga ada yang memasak jengkol. Tak luput saya mendapat kiriman seporsi besar jengkol yang saya makan sendiri, dan tak bagi ke keluarga lainnya. Hati boleh berbagi, namun tidak dengan jengkol.

Dua hari pun berlalu begitu saja. Tak ada sumpah yang menjadi nyata. Tapi kepergianmu yang menjadi nyata.

Cerita ini di mulai pada suatu sore yang mendung dan gerimis, ditemani oleh rintik-rintik kenangan, saya mulai merasa anyang-anyangan. Astaga! Seumur hidup saya belum pernah mengalami anyang-anyangan, sumpah rasanya itu enggak enak banget! Rasanya mau banget buang air kecil, tapi saat keluar tuh sedikit banget. Itu kaya udah suka banget sama dia, dan responnya dia cuma selintas. Sakit!

Saya kira awalnya ini karena cuaca, cuaca yang dingin membuat saya mau buang air kecil terus-menerus, namun karena saya kurang minum air putih maka dari itu urin yang keluar sangat sedikit. Bolak-balik saya ke toilet, melebihi bolak-baliknya fase putus nyambung kita.

Karena saya merasa ini sepele, saya tetap cuek saja.  Namun, semakin lama anyang-anyangan ini terasa tidak nyaman, buang air kecil terasa semakin susah dan sakit. Sangat tidak nyaman! Seperti hubungan kita yang sudah tak senyaman saat pertama. 

Saya pun mencoba menghubungi seorang dokter kenalan saya. Saya jelaskan bahwa saya merasa anyang-anyangan dan sangat tidak nyaman. Dokter tersebut menyarankan saya untuk minum air putih yang banyak, jika masih terasa sangat tidak nyaman baiknya ke dokter.

Akhirnya, karena sudah merasa tidak kuat lagi pada hubungan kita, eh pada anyang-anyangan ini maksudnya. Pukul sepuluh malam, saya putuskan untuk ke dokter. Sesampainya di dokter, dokter bertanya apakah saya terasa demam atau ada nyeri panggul, saya jawab tidak. Lalu dokter mulai memeriksa ditambah menekan beberapa bagian perut.

Dan, diagnosanya adalah jengkoleun! 

Saya baru ingat, beberapa hari lalu saya kalap di hajatan dan setelahnya menghabiskan porsi jengkol untuk keluarga besar. Ketika saya bercerita itu, dokter hanya merespon;

Kamu disumpahin tuh ngabisin jengkol untuk hajatan sekampung sama yang punya hajat.

Jadi, jengkol itu mengandung serpihan-serpihan kristal yang menyumbat saluran kemih. Tapi, anyang-anyangan bukan hanya karena jengkol saja sih. Bisa juga karena kebanyakan mikirin kamu, terus jadi nahan pipis karena keasyikan mikirin. 

Kembali lagi ke cerita. Astaga, rasanya saat itu saya mau ketawa terbahak-bahak. 25 tahun saya hidup, baru kali ini saya mendengar tentang jengkolan. Dokter lalu memberi resep juga peringatan agar tidak makan jengkol dulu, tidak menahan pipis, dan minum air putih yang banyak. Untungnya tidak disuruh berhenti kangen sama kamu.

Namun, setelahnya saya malah takut makan jengkol lagi. Seperti takut kehilanganmu maka lebih memilih menjauh.

Solusi Anyang-Anyangan Alami, Prive Uri-cran.

Hari-hari pun berlalu dengan sempurna. Hingga sampailah suatu pagi saya mulai merasa sedikit anyang-anyangan. Dengan segera saya minum air putih banyak-banyak.

Setelahnya saya mengingat beberapa waktu kebelakang, apakah saya makan jengkol? Jawabannya tidak. Lalu kenapa? Memang sih saya ada beberapa kali menahan buang air kecil, namun tidak sering dan tidak lama. 

Saya pun berselancar di internet, Untuk mencari tahu penyebab anyang-anyangan itu. Apakah karena terlalu banyak mikirin kamu? Akhirnya setelah membuka website http://uricran.co.id saya menemukan banyak penyebab anyang-anyangan. Banyak sekali informasi tentang anyang-anyangan di situ, bisa coba dilihat dan dibaca dengan menggunakan hati, dijamin langsung jatuh hati.

Secara anatomi, saluran kemih wanita lebih rentan diserang bakteri jahat E-Coli. Bila tidak segera ditangani ini akan mengakibatkan infeksi saluran kemih. - http://uricran.co.id

sumber : http://uricran.co.id
Bukan hanya penyebab yang saya temukan di website tersebut, jodoh juga! Maksudnya jodoh untuk sakit anyang-anyangan ini, lebih tepatnya sih solusi secara alami. Maklum, kebanyakan mikirin jodoh di mana.

Dan, akhirnya kumenemukanmu, disaat anyang-anyangan mulai kembali menghantuiku. Prive Uri-cran jawabannya!



Merupakan suplemen makanan yang terdiri dari Buah Cranberry Extract Plus Vitamin C & Probobiotik. Buah Cranberry konon katanya efektif mencegah Infeksi Saluran Kemih karena memiliki Proanthocyanidin yang dapat menghambat perlekatan bakteri E.coli di saluran kemih. Bisa cek selengkapnya di sini.

Prive Uri-cran sendiri terbagi menjadi dua yaitu Uri-cran ( kapsul) dan Prive Uri-cran Plus (bubuk). Saya lebih memilih Prive Uri-cran Plus, seperti meminum jus Cranberry alasannya. Namun, senyamannya kamu saja mau yang mana, asal setia.

Segera saya menuju apotik dan membeli Prive Uri-cran Plus dan mengkonsumsinya. Cara minumnya juga mudah, cukup menuangkan satu sachet Prive Uri-cran ke dalam air 150 ml, Lalu minum dalam keadaan tenang dan tak galau. Karena kalau galau tak akan ada rasanya, hampa. 


Tidak lama kemudian setelah minum Prive Uri-cran Plus ditambah air putih banyak-banyak, saya buang air kecil dengan volume lumayan sebanyak tiga kali berturut-turut, dengan jeda waktu sepuluh menit. Setelahnya anyang-anyangannya hilang. Ajaib! Lebih cepat daripada move on ke kamu!

Dan kini, saya memutuskan untuk rutin mengkonsumsi Prive Uri-cran Plus, melebihi rutinitas saya mikirin kamu. Karena saya sudah tidak mau lagi merasakan anyang-anyangan, sumpah sakit dan terasa nyeri saat buang air kecil. Sangat tidak nyaman, melebihi sikapmu yang dingin dan membuatku tak nyaman itu. Semoga setelahnya saya tidak lagi merasa anyang-anyangan dan kamu juga kembali membuatku nyaman dan sayang. 

Karena kalo tidak sayang, belum tentu nyaman. Tetapi jika sayang, sudah pasti nyaman. Seperti Prive Uri-cran Plus kesayangan yang membuat nyaman.

Salam, Pipi Bolong.

Friday, January 19, 2018

Dalam setiap hubungan, tidak semua berjalan mulus. Ada yang berakhir pasangan di pelaminan, ada juga yang berakhir menjadi tamu undangan di pelaminan mantan. Ketahuilah, bahwa hubungan itu bukan hanya tentang rasa cinta, tetapi juga tentang kesamaan prinsip kedepannya. Jika prinsip sudah tak sama lagi, maka hubungan tak lagi bisa untuk diteruskan. Begitulah petuah sang pendekar tongkat cinta yang sering patah hati akibat kandasnya hubungan.

Dalam hal berakhirnya suatu hubungan, lelaki yang paling sering disalahkan. Kenapa? Karena perempuan selalu merasa paling benar. Setuju? Kalau kamu tidak setuju silahkan cari pembenaran kalian dengan berjalan ke arah barat.

Terlebih lagi, jika lelaki langsung move on dan memiliki pasangan baru setelah putus. Siap-siap mendapat terpaan dan doa-doa sakit hati dari sang mantan. Padahal, menurut artikel yang saya baca, move on bukan berarti sang lelaki sudah melupakan sepenuhnya, sebenarnya mereka sangat kehilangan dan mencari tempat pelampiasan untuk ‘pulang’.

Perempuan, jika sudah patah hati mampu menangis berhari-hari. Curhat kesana kemari mencari pembenaran. Dan pada akhirnya tertunduk lesu di kamar lalu meratapi kisah kasih yang telah berlalu. Sementara, sang mantan sudah mencoba move on dan menjalani hidup yang baru.

Dan pertanyaan terbesar saya, kenapa sih perempuan susah sekali move on? Dalam hal ini termasuk diri saya. Saya membiarkan diri saya menangis berhari-hari di kamar. Mendengarkan lagu-lagu sedih yang membuat saya enggan untuk keluar, apalagi untuk makan. Bahkan, dalam tingkatan patah hati yang sudah akut sekali, terkadang perempuan bisa berbuat nekat. Melukai diri sendiri hanya untuk merasakan sakit hati yang sesungguhnya.

Dan, di situlah saya mendapatkan jawaban sesungguhnya tanpa harus berjalan ke barat. “MENIKMATI!”. Perempuan menikmati rasa sakit itu. Perempuan menikmati rasa kehilangan itu. Perempuan menikmati hancur-sehancurnya kehampaan itu. Dan ketika mereka sudah merasa ‘sembuh’, mereka dengan ikhlas bisa melepaskan masa lalu tersebut tanpa menoleh kebelakang lagi.

Dan, ketika perempuan sudah cukup kuat untuk menerima sesuatu yang baru,  mereka akan benar-benar melupakan dan tak ingin menoleh ke belakang lagi. Dan saat itulah biasanya sang lelaki mulai merasa kehilangan. 

Pada akhirnya kita sama-sama merasa kehilangan, itu hanya masalah waktu saja. Kalau memang berjodoh, kehilangan itu akan dipersatukan kembali kelak.

Percaya enggak percaya silahkan untuk dirasakan, pengalaman pribadi dan tingkat kedewasaan setiap orang berbeda-beda. Belum tentu mengalami hal seperti di atas. Karena sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah SWT. 


Salam, Pipi Bolong.


*) Image via Pexels

Friday, January 5, 2018

Judul : Wedding Debt
Penulis : RatinatiF
Penerbit : KataDepan
ISBN : 978 – 602 – 6805 – 82 – 9
Rating : 3.5/5


Sinopsis:


Laki-laki tinggi bermata biru itu datang dan mengubah seluruh hidupku. Dia bilang, Ayah berutang lima milyar! Lima milyar, bayangkan apa saja yang bisa kubeli dengan uang sebanyak itu? Laki-laki jahat itu memintaku menikah dengannya, dan utang Ayah dianggap lunas.

Masa depanku terjual, tetapi benar-benar tak ada cara lain. Aku tak mau Ayah menanggung semuanya sendirian. Akhirnya, aku rela menikah dengan laki-laki dengan wajah yang dipenuhi cambang itu. Aku rela demi Ayah dan Mama.

Namun, benarkah semuanya demi Ayah dan Mama? Lalu, mengapa aku jadi begitu resah saat tahu laki-laki itu ternyata menyimpan rahasia? Tentang perempuan bernama Clara dan perempuan lain yang ia tunggu dari masa lalunya?

Aku hanya menikah karena utang Ayah, aku tahu itu. Aku tak akan pernah jatuh cinta kepadanya.

Kita bisa saja terus mengingkarinya, terus mengingkari keberadaannya. Namun, diam-diam kita tahu, cinta tak akan pernah bisa terbayar lunas.

Review:

Kidung Kinanti, perempuan muda nan cantik yang bekerja sebagai teller di salah satu bank BUMN, diminta oleh kedua orang tuanya menikahi pria bernama Prasasati Ambarawa. Sebagai ganti atas hutang kedua orang tuanya kepada Prasasti sebesar lima milyar.

Padahal, Kinanti sendiri sudah memiliki pacar yang biasa dipanggil Kak Danny- Fardanny Ishak. Kak Danny sendiri merupakan kakak dari salah satu sahabatnya, yaitu Daisy. Kinanti memiliki dua sahabat, yaitu Daisy dan Wanna.

Namun, ternyata Prasasti adalah pimpinan tempat Danny bekerja. Danny yang merasa Prasasti lebih baik darinya, dan tidak ingin kehilangan karirnya, merelakan Kinanti untuk Pras.

Keadaan semakin menjadi ketika wanita bernama Clara, datang ke kantor Kinan dan meng-claim bahwa Pras adalah miliknya. Clara membuat kegaduhan di kantor Kinan, dan meminta Kinan untuk menjauhi Pras. Ibu Lidya - Ibu dari Prasasti, menghetahui bahwa Clara telah berlaku buruk kepada Kinan. Ibu Lidya sendiri sangat membenci Clara, dan berharap anaknya jauh-jauh dari Clara.

Hari pernikahan pun dipercepat, mau tak mau Kinan pun menurut. Bagi Kinan, pernikahannya ini adalah wedding debt, dan bukannya wedding day.

Namun, benih-benih cinta itu semakin lama semakin bermunculan. Tokoh Prasasti yang tegas dan over protective, mampu meluluhkan hati Kinan yang kekanak-kanakan. Namun, disaat perasaan itu ada, Kinanti harus menerima kenyataan bahwa ada seseorang dimasa lalu Prasasti yang tidak dapat ia lupakan. Perih!

Alur maju dalam novel ini memiliki bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh pembaca. Kadang, ada beberapa bagian yang menurut saya lucu dan mampu membuat saya tertawa. Ada juga beberapa bagian yang cukup membuat saya gemes bukan main. 

Misal saat Farhan - supir yang dipekerjakan Pras untuk Kinanti. Duh, saat bicara bahasanya mendayu-dayu dan berpuitis, tapi kok malah buat gemes gimana gitu. Entah apa maksudnya. Padahal, deskripsinya terlihat bahwa Farhan itu sangar.

Kegemesan lainnya kepada novel ini adalah, banyak sekali thypo-nya. Misal, Wanna terkadang ditulis Wana, padahal awalnya adalah Wanna. Ada juga penulisan yang seharusnya diawali dengan huruf kapital malah menjadi huruf kecil.

Tetapi, selebihnya baguslah. Cukup buat hati mendesir-desir, apalagi saat tahu kenyataan yang dari apa yang sebenarnya terjadi.


"Perempuan pasti punya rasa ingin tahu yang besar meski dijaga dan dilarang sedemikian rupa." - Clara 
Salam, Pipi Bolong.