Friday, February 23, 2018

Pernah mendengar tentang Kandang Godzilla? Saya sendiri sering mendengar tentang Kandang Godzilla, namun tidak tahu itu apa. Maka dari itu ketika seorang teman memutuskan kesana, saya bersikeras untuk ikut karena ingin tahu, apa Kandang Godzilla itu?

Perjalanan ke Kandang Godzilla

Pukul 09.30 WIB kami berangkat menggunakan motor dari rumah saya di Fatmawati menuju Tangerang. Jangan ditanya rasanya seperti apa. Hampir 70 kilometer kami tempuh dalam kurung waktu dua jam. Dengan jumlah total 3x berhenti sebelum sampai.

Kandang Godzilla atau lebih tepatnya Tebing Koja berada di Desa Cisoka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Jadi, bukan Tangerang Kota melainkan Kabupaten. Rute perjalanan melewati Bintaro, Boulervard Serpong, hingga sampai akhirnya ke Desa Cisoka.

Jalan yang dilalui tidaklah mulus, apalagi jika sudah memasuki Kabupaten Tangerang. Banyak  sekali jalanan hancur juga banjir-banjir kecil. Namun, tak usahlah risau. Karena sepanjang perjalanan begitu masuk ke daerah pedesaan banyak terdapat sawah menghampar yang cukup menjernihkan mata.


Pemandangan yang dilalui menuju Kandang Godzilla

Tebing Koja

Ketika Zuhur tiba, kami sudah melewati Jl Raya Cisoka dan artinya sudah sedikit lagi kami sampai. Adzan Zuhur berkumandang, dan kami pun memutuskan untuk shalat dulu di mushola sekitar. Selesai shalat kami bercakap sebentar dengan warga untuk bertanya di mana tepatnya Kandang Godzilla tersebut. Karena google maps sudah memutuskan bahwa seharusnya kami sudah sampai dan tak ada rute lagi. Kemungkinan besar jalannya sudah tak terdeteksi lagi.

Warga mengarahkan bahwa kami untuk terus masuk ke dalam pedesaaan tersebut. Kandang Godzilla letaknya seperti di ujung desa. Jadi, sisiri saja jalanan pedesaan, nanti juga akan ketemu. 

Benar saja, setelah kira-kira 15 menit, kami sampai disebuah jalan dengan spanduk Tebing Koja di atasnya.  Di sana, kami diminta Rp 5000 untuk masuk. Sepertinya itu pungutan tidak resmi. Karena ternyata masih kira-kira 10-15 menit kemudian baru sampai di gerbang Kandang Godzilla sesungguhnya.

Dengan Rp 2000, kami sudah bisa membayar parkir dan masuk ke dalam tempat wisata tersebut. Semakin yakin bahwa yang tadi adalah pungutan liar. Tidak apalah, berbagi-bagi rizki. 

Sementara, di samping pintu masuk Kandang Godzilla merupakan aliran sungai persis yang saya lupa apa nama sungainya. Begitu melewati gerbang selamat datang, maka terhamparlah warung-warung makanan yang bisa kita singgahi sebentar untuk memanjakan perut.


Pintu Masuk Tebing Koja

Sambil istirahat makan, kami bertanya kepada ibu penjaga warung. Yang mana, arah menuju Kandang Godzilla tersebut. Kata ibunya, semua yang mengarah ke atas tebing merupakan Kandang Godzilla tersebut. Waktu itu saya masih belum paham. Tetapi, begitu saya menjejakan kaki di sana, barulah saya paham.

Ternyata Kandang Godzilla itu merupakan tebing-tebing, dan dibawahnya ada air menggenang layaknya sungai, juga ada daratan dengan parit-parit kecil. Makanya banyak pintu masuk, karena mengarah ke tiap tebing yang berbeda. 

Nama aslinya sendiri adalah Tebing Koja. Tempat ini dulu bekas tambang pasir, Guyuran air hujan membuat beberapa bagian tempat ini seperti tergenang. Dinamakan Kandang Godzilla karena dikelilingi banyak tebing tinggi dan kita terkungkung seperti tikus di dalamnya. Cocok untuk monster raksasa seperti Godzilla.


Tebing-tebing Kandang Godzilla

Tebing Dua

Masih serumpun dengan Kandang Godzilla ini. Namun dipisahkan dua tebing tinggi. Untuk masuk ke dalam Tebing Dua ini, kita cukup membayar Rp 2000 lagi. Entah beda pengelola atau apa. Karena saya penasaran, maka saya pun mencoba masuk ke Tebing Dua ini. 

Ternyata, tidak jauh beda dengan tebing pertama, sama saja. Tapi di Tebing Dua ini, ada satu spot yang saya fikir cukup instagramable lah. Ada aliran air tergenang, jembatan bambu, lalu dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi. 



Lepas menjelajahi bagian bawah tebing tersebut, saya mencoba naik ke atas Tebing Dua. Ternyata lumayan menyeramkan, berbeda dengan tebing pertama yang aman. Bahkan ada juga tali jika ingin mencoba naik dengan tali dan bukannya dengan tangga-tangga yang curam. Namun, pemandangan yang disajikan di atasnya cukup membayar rasa ngeri ketika naik ke atas tebing tersebut.

Dari atas Tebing Dua

Tebing Dua lebih mengerikan? Lumayan. Jika terbiasa mungkin tidak akan semengerikan itu. Bagi saya yang jarang olahaga extreme, mungkin cukup membuat degup jantung berdebar. Lain kali jika ada waktu saya ingin mencoba menjelajahi tiap tebing di kawasan Tebing Dua ini. Karena sewaktu naik ke atas tebing ini, hujan turun membuat saya harus menghentikan petualangan sementara. Semoga cuaca bersahabat ketika saya nanti saya ke sana lagi. 


Salam, Pipi Bolong.

Wednesday, February 21, 2018

Berawal dari sebuah obrolan di grup whatsapp Klub Buku & Blogger Backpacker Jakarta, ada beberapa orang yang iseng membahas rindu sebagai bahan obrolan ringan juga sebagai penahan rasa kantuk di sela-sela jam kerja mereka.

Sebutlah dia Mbak Nunik sebagai penggagas rindu pertama yang kemudian ditimpali oleh Inggit, sang pecandu rindu.  Ada sahut-sahutan manis dari Mbak Yunita, juga ada Nasa, si perusuh obrolan. Orang yang tidak pernah bisa diajak serius seumur hidup. Bahkan saya yakin, kalaupun nanti dia ijab kabul, dia akan cengengesan di depan penghulu sembari menggoda sang penghulu.

Apa Itu Rindu?

Berbagai macam pendapat dikemukakan. Mulai dari rindu yang menyakiti hingga rindu yang dinikmati. Saya sendiri tidak pernah bisa mendefinisikan rindu. Sejak saya pernah menjalani long distance relationship, hingga sendiri sekarang ini. Untuk saya, rindu itu terasa jika dia tidak tahu dan tidak merasakan rindu itu. Sungguh, menikmati sekali rasa rindu yang menyakitkan itu. 

Tak perlu engkau tahu rasa rindu ini dan lagi mungkin kini kau telah bahagia. -Yunita Tresnawati

Ku kira rindu itu baik ternyata aku salah
Jika kata Dilan “Rindu itu berat kamu tidak akan kuat, Biar aku saja”
Lain denganku “Rindu itu menyesakkan, Hingga aku pun muak dengan rindu ini”
Aku tau dia merindukanku tapi dia selalu menutupinya
Dan bodohnya aku pun juga begitu. - Inggit Komala

Lalu ada sebuah pertanyaan yang menurut saya sangat konyol. Saking konyolnya saya tahu bahwa dia sendiri sedang rindu-serindunya atau memang otaknya sedang bergeser 5cm.

Pernah enggak ngerasain rindu serindu- rindunya rindu tapi enggak tau sama siapa? 

Sebut saja dia Inggit yang melempar pertanyaan itu. Saking dia mau rindu orang tapi dia tidak tahu mau rindu siapa. Antara dia jomblo ngenes atau emang single. Lambat laun banyak yang nimbrung obrolan tentang rindu ini. Bahkan pertanyaan Inggit yang konyol itu mendapat respon dari Bang Eka, Admin Klub Buku & Blogger Backpacker Jakarta. 

Ini sebenarnya hampa akut, karena rindu itu ada objeknya. -Eka Siregar 

Dhuarrr! Menyebut-nyebut hampa saya langsung tersentil. Karena memang saat itu saya dalam proses hampa yang akut, setengah depresi, dan total hilang arah.

Baca juga : 7 Kelakuan Perempuan Saat Putus Cinta


Tetapi saya tidak seperti Inggit yang tidak tahu mau ditunjukan kepada siapa rindunya. Saya memiliki objek yang saya rindukan, yang saya fikirkan, dan saya tangiskan. Nyata, namun tak tersentuh lagi. Sebut saja dia masa lalu yang masih terngiang-ngiang di telinga, fikiran, dan hati.

Bagaimana menyikapi rindu yg datang tiba-tiba ketika kita sudah melepaskan? -Lalaysf

Mendapat jawaban manis dari admin satunya lagi, manis banget. Saking manisnya mau saya kasih gula sekilo ke wajahnya lalu dicampur teh biar kalau kesel tinggal saya minum.

Karena rindu setitik rusak move on setahun. -Achi Hartoyo

Obrolan pun berpindah menjadi bagaimana perempuan rindu yang penuh kode-kode. Bagaimana lelaki harus bisa menyikapi dan menangkap kode rindu dari perempuan. Perempuan memakai perasaan dalam menunjukan apapun, sementara lelaki menggunakan logikanya.

Jadi, menurut saya itu adalah perpaduan yang cocok. Ketika kita menunjukan perasaan kita, seharusnya lelaki menangkap perasaan kita dengan logikanya, bukan dengan ketidakpekaan dia. Pintar-pintarlah kalian merangkai kata dan sikap dalam menjaga hati sang perempuan. 

Lalu, mulailah para lelaki bertanya tentang bagaimana menaklukan perempuan yang penuh dengan kode-kode yang lebih sulit daripada kode morse. Di situ saya tersenyum dan tertawa-tawa sendiri membacanya. Saya bukan tipe orang yang kode-kode, namun saya akan langsung menunjukan dan mengatakan apa yang saya rasakan. Meski kadang itu berdampak buruk pada diri saya, setidaknya itu lebih baik daripada membuat para lelaki itu bingung.

Bagaimana Menaklukan Perempuan?

Bang Eka bercerita bahwa seumur hidupnya bilang tidak pernah susah menaklukan perempuan. Tetapi, alam yang pisahkan. Menurutnya perempuan itu butuh rayuan dan perhatian. Lagi marah dirayu juga nanti diam. Diberi rayuan bertubi-tubi juga nanti meleleh.

Langsung saja mendapat applause dan dinobatkan jadi Dilan Masa Kini! 

Berbeda dengan Mas Achi yang berfikir untuk menaklukan perempuan cukup diberi kunci mobil, kartu debit dan kredit untuk belanja, serta rayuan maut. 

Ini juga benar menurut saya, meskipun saya tahu ini hanya celetukan dan dia tidak mungkin melakukannya. Hahaha!

Mbak Ariwidi pun merespon semua perkataan Bang Eka, menurutnya itu benar. Dia sendiri menyukai lelaki yang lucu dan cerdas. Bisa menghibur hidupnya. Pernyataan Mbak Ariwidi ini membuat obrolan pun berpindah tentang pasangan hidup.

Bagaimana Mencari Pasangan Hidup?

Lagi-lagi Bang Eka, sebagai seseorang yang sudah merasakan pahit manisnya hidup, sudah merasakan asam garam tentang cinta, jatuh dan bangun berkali-kali pun membagi pengalamannya. Kata dia, jangan pernah mencari pasangan hidup yang kita suka, karena kalau kita suka biasanya tidak akan dapat dan itu bahaya!

Cari yang bisa melengkapi hidup kita, biasanya itu yang gak kita miliki, bisa jadi yang kita benci. Dan yang terakhir, cari yang membawa kita ke surga. -Eka Siregar

Lalu, saya teringat banyak orang yang menentukan pasangan hidup berdasarkan kriteria yang dimiliki, berniat bersikeras mencari sesuai kriterianya. Karena menurut mereka, kriteria tersebut yang dapat membahagiakan mereka nantinya.

Apa Itu Kriteria Pasangan?


Menurut Bang Eka, kalau kita sudah dekat dan menjadi pasangan jangan pernah suka apa yang kita suka dari dia. Orang-orang biasanya bicara kriteria dalam hidup berumah tangga, lebih kepada apa yang diharapkan kepada pasangannya dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari nanti. Bukan pada sifat haqiqi dari pasangannya.

Pasangan dalam artian di sini adalah, pasangan hidup yang sudah melakukan akad ataupun janji sehidup semati. Sudah menikah, bukan pacaran. Sementara, pacaran kondisi dimana kira sedang memilih orang yang cocok buat hidup kita, makanya tidak bagus.

Jika ada seseorang yang menilai calon pasangan hidup melalui sifatnya, itu wajar. Asal jangan terjebak penilaian. Karena apa yang kita nilai belum tentu baik untuk kita. 

Pasangan Itu Bukan Untuk Dipilih!

Sama halnya dengan mantan-mantan yang dipilih menurut tipe. Hal tersebut membosankan. Karena memang sudah sesuai kemauan kita dan sama sekali tidak ada tantangannya. Jangan banyak milih! Karena justru yang paling tidak inginkan biasanya takdir kita.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Kita cenderung bosan dengan apa yang kita suka, karena yang kita suka biasanya cerminan diri kita. 
Maka kita akan terus mencari kekurangan dia!

Pertanyaan paling penting saat mencari pasangan:

"SAAT MENIKAH NANTI, KITA MAU JADI APANYA DIA?"

Jawabannya harus:
Jalan dan pintu kita ke Surga.


Bila perlu cari yang sulit kita mengerti seumur hidup. Maka seumur itu pula hidupmu gak akan membosankan. By the way, ada yang salah dengan kata memilih pasangan hidup. Pasangan hidup itu bukan untuk dipilih. Banyak sekali contoh dan statistik yang menunjukkan keberhasilan rumah tangga karena tidak memilih pasangan. Pasangan hidup itu saling menemukan. Bisa karena orang lain, dijodohkan. Bisa karena niat, jumpa langsung nikah. Pasangan itu jodoh yang saling menemukan, bisa karena orang lain, bisa karena niat. -Eka Siregar 

Langsung saya teringat obrolan saya dengan beberapa teman. Mereka bercerita, bahwa cerminan diri mereka adalah dalam iman dengan pasangan. Bukan dari paras, harta, ataupun kepribadian. Menurut mereka, jika menyukai seseorang dari parasnya, maka ketika berpasangan akan diuji oleh paras tersebut. Entah salah satunya dibuat paras seburuk mungkin atau lainnya. Jika menyukai seseorang dari harta, maka ketika berpasangan nanti akan diuji oleh kekayaan dan kemiskinan. Jika menyukai dari kepribadian, maka ketika berpasangan nanti akan diuji dengan dirubah kepribadiannya. 

Lain halnya dengan mencintai karena iman, sesungguhnya cinta mereka akan dikokohkan oleh Allah dan menjadi jalan pintu kita kesurga.

Ketika berpacaran, kita cenderung memilih sesuai isi hati kita. Padahal itu bisa saja semu. Apa yang kita lihat, belum tentu sebenarnya yang ada dari calon pasangan kita ini.

Nah makanya, jangan pacaran! Kesalahan fatal dalam pacaran itu menilai. Seringkali menilai apa yang sudah diterima dan diberi. Bukan merasakan apa yang dijalani. Obrolan pun berlanjut menjadi move on, putus cinta setelah pacaran. Ini bagian terpenting buat saya dari serangkaian percakapan ini.

Move On?

Berdasarkan obrolan kriteria, saya jadi berfikir bagaimana tentang seseorang yang sudah menjalani hubungan begitu lama dan berpisah begitu saja hanya karena sifat mereka tidak sesuai kriteria masing-masing. Apakah harus tetap dipertahankan? Atau berubah menjadi orang yang sesuai kriteria tersebut? Atau dilepaskan begitu saja?

Carilah orang yg mau menerima duniamu, dan kamu juga menerima dunianya. -Rafli Rinaldi Latif

Saya sendiri masih bingung dengan pernyataan di atas. Apakah berkesinambungan dengan mencari yang "bukan kita banget" seperti apa yang Bang Eka bilang, ataukah tentang menerima apa adanya? Menurut saya, ketika kita sudah jatuh cinta kepada seseorang, maka kita akan menerima baik buruknya dia, kita akan menerima segala kebaikan dan kesalahan dia, kita akan menerima segala permintaan maaf dia walaupun sudah berkali-kali menyakiti. 

Dengan statement saya itu, Mas Achi bilang; bahwa perempuan itu rata-rata menikmati patah hati. Jika perlu diperpanjang. Dan benar, perempuan menerima segala rasa yang muncul di hidupnya kini. Ketika perempuan tertidur lalu terbangun kemudian menangis karena rindu mencekam tiada henti. Ketika orang-orang bertanya tentang dia dan tidak bisa menjawab apapun. Dan ketika harus menerima kenyataan bahwa dia sudah memiliki hati yang baru. Sungguh, perempuan menikmati rasa sakit ini sebelum pada akhirnya perempuan bisa benar-benar pulih.

Seorang teman juga bercerita, bagaimana dia merajut hubungan 7 tahun lamanya dan pada akhirnya harus berakhir kemudian ditinggal menikah dua bulan kemudian. Permanen rasa sakit itu. Selama 5 tahun dia merasakan kosong, tidak tahu tujuan hidup, tidak tau harus bagaimana. Marah, bingung, setiap ketempat kenangan mereka dan ketika bertemu dengan orang-orang yang mengenal dia sebagai pasangan mantannya yang kini telah menikah. Bagaimana orang-orang itu bertanya tentang mantan pasangannya? Yang hanya dibalas dengan senyum namun perih di dada.

Juga ada yang bercerita bagaimana dia sudah bertunangan dan harus menerima kenyataan bahwa dia pergi dengan yang lain. Bahkan sampai ada yang mengaku menghindari pacaran karena takut merasakan sakit hati. Dan ini semua perempuan yang bercerita.

Saya merasakan jelas apa yang mereka rasakan. Bagaimana rasa takut menyerbu saya. Takut dan malah benci pergi ketempat-tempat yang saya sukai dahulu. Hanya karena takut bertemu atau mengingat kenangan tentang dia.

Sebegitu buruknyakah efek dari patah hati bagi perempuan?

Laki-Laki Move On dengan Cepat?

Lagi-lagi Bang Eka yang menjawab kegelisahan dan pertanyaan yang berkecamuk dalam hati para perempuan ini. Menurut dia, Perempuan susah move on, tapi setelah itu dia biasa saja. Laki-laki cepat move on. tapi move on semu. karena dia pasti ingat dan tetap "dendam" seumur hidup. Contohnya, nama mantan dijadikan anak. 

Tetapi, tidak semua lelaki move on semu menurut saya. Sebut saja Mas Achi yang susah move on berkepanjangan. Saya pernah menjadi orang yang paling malas dekat dengannya ketika dia patah hati. Dia bilang tidak tidur selama 2 hari, bahkan sempat cuti kerja. Yang paling parah, waktu kami ke Pulau Semak Daun, dia kehilangan bantal dari mantan pacarnya itu. Dan, dia galau bukan main, resah bukan main. Padahal itu sudah lumayan berbulan-bulan dari masa putusnya. Dan, sekarang dia baik-baik saja seakan dia lupa pernah 'segila' itu. Hahaha.

Tak kalah dari Mas Achi, ternyata banyak lelaki pernah patah hati mendalam. Ada yang bercerita bahwa dia dulu pacaran bukan untuk menikah. Seumur hidupnya, hanya 2 wanita yang dia dekati untuk dinikahi.

Dulu waktu pertama kali HARUS DIPISAHKAN oleh keadaan, yang saya lakukan adalah: Membaca semua surat/puisi dari dia berulang-ulang, melihat semua foto-foto kami terus, sampai pada akhirnya saya merasa biasa saja. Awalnya memang gak kuat mabok dan stress terus (ulu sempat jadi bandel), apalagi waktu itu kejadiannya kira2 1 tahun setelah saya sakit dan sampai divonis 2 tahun lagi usianya. Lagi masa penyembuhan. Hopeless banget. Dan yang sakitnya... Setelah mulai terbiasa... tiba-tiba masalah baru muncul. Dia kabur dari rumah suaminya. Lari ke rumah orang tua. Ketemu mama. Memeluknya persis seperti Milea memeluk Mama Dilan. Dengan postur dan rambut yang sama. Dan saya pun harus mengalah dan meninggalkan Medan demi kebaikan keluarga mantan. Sebelum dia meninggal, saya tahu selamanya dia sayang saya. 3 tahun kemudian. Dia hidup kembali. Jadi Neng kecil saya. Untuk seumur hidup saya.. Atas apa yang telah kami lakukan dan akan lakukan seumur hidup.. 2 bulan itu sebentar...

Ada juga yang berbagi cerita mantannya yang tidak bisa move on. Ketika dia masih SMA, dan mantannya mengajak menikah. Ya, dia minta putus, ketika putus lukanya sama-sama dalam. Ketika dia sudah biasa dengan kehidupannya, mantannya itu muncul kembali. Ini yang repot. Dan dia menceritakan ini dengan gaya humorisnya, membuat saya malah tertawa-tawa membacanya.

Hanya waktu yg dapat menyembuhkan luka. - Nunik Utami

Akan ada masanya, badai yg dahulu meluluhlantakanmu, akan jadi bahan lelucon bagimu.- Nasa Lagi Bijak

Take your time. Selama yg dibutuhkan. Jadi pas jatuh cinta lagi itu pasti bukan pelampiasan. -Zaoza Faradilla

Bukan waktu yg menyembuhkan luka, tapi kita yang milih untuk sembuh. -Yunita Tresnawati

Pernyataan-pernyataan di atas membuat saya sadar. Bahwa kita susah move on karena tidak ingin jatuh cinta lagi hanya karena terburu-buru melupakan cerita yang lama dengan mudahnya. Tidak pernah ada yang mengizinkan hati ini sakit, bukan orang lain yang patut disalahkan atas rasa sakit ini. Bukan masa lalu. Tetapi diri sendiri yang mengizinkan mereka menyakiti kita. Biarkan saja cerita ini berjalan dan waktu yang menyembuhkan. 

Mas Achi bilang, penyebab rapuh ini karena sisi spiritual kita yang kurang mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa. Berkali-kali manusia jatuh dan rapuh, berkali-kali jugalah untuk memaafkan dan jangan mendendam. Mintalah kepada pemilik hati, bukan orang yang diamanahkan untuk menjaga hati tersebut. Ingatlah darimana kita berasal, untuk apa kita hidup? Dan apa yang terjadi setelah kita hidup? Itu semua agar jiwa kita tidak rapuh.

Maafkanlah, fikiran negatif hanya menguras energi. Tetapi Ingat, jika perempuan sudah merasa tersakiti, selamanya dia akan tersakiti. Kamu akan dimaafkan, tetapi tidak untuk dilupakan. Bisa jadi perempuan yang tersakiti memiliki trauma yang berkepanjangan namun tak ditunjukan. Hidupnya terlihat bahagia, namun tidak dengan kenyataan sebenarnya.

Fase jatuh cinta dan berpindah hati setiap orang itu memang berbeda-beda. Tidak usahlah takut karena dia sudah menemukan yang baru atau kamu masih terdiam di tempat yang lama. Menemukan belum berarti memiliki. Biarkan, biarkan dia tetap ada di dalam jiwa. Sejatinya, jika dia memang jodohmu maka dia akan kembali. Jika bukan, maka akan ada ganti yang lebih baik untukmu.

Nulis ini semua sambil mewek!

Terima kasih banyak untuk semua yang telah membuka mata saya dan memberi jawaban atas apa yang selama ini saya cari-cari. Terima kasih; Bang Eka, Mas Achi, Mbak Nunik, Mbak Yunita, Mbak Ariwidi, Inggit, Kak Zaoza, Kak Uwie, Kartini, Kak Ndari, Derus, dan semua teman kubbu yang tidak disebutkan. Semoga kebahagiaan selalu datang kepada kalian.

Salam, Pipi Bolong.



Monday, February 19, 2018


Ketika suatu hubungan harus berakhir, maka masing-masing pihak akan merasakan patah hati. Bedanya adalah cara mereka menyikapi patah hati. Laki-laki, cenderung menggunakan logika, sehingga mereka tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Sementara, perempuan menggunakan perasaan. Maka tidak jarang pula kelakuan perempuan menjadi 'aneh' ketika baru putus cinta. 


Berikut saya ingin menceritakan kelakuan saya sebagai perempuan saat putus cinta. Saya berharap di antara kalian tidak ada yang sampai seperti saya. Karena menurut saya, ini sudah level depresi akut. 

1. Menangis Tiada Henti.


Bagi perempuan yang sedang patah hati, mereka akan merasa dunia mereka serasa berhenti. Tidak ada lagi titik tujuan untuk mereka bertumpu. Merasa sudah hancur lebur saat itu juga. Bagi mereka yang menjalani hubungan dengan tidak terlalu serius atau tidak terlalu berharap, biasanya hanya menangis sesunggukan di kamar sebentar. Namun, bagi mereka yang sudah sangat serius dan berharap, bisa menangis seharian bahkan berhari-hari. Bahkan, mungkin juga bisa berminggu-minggu atau berbulan-bulan, tergantung kadar cinta masing-masing tiap orang. Saya adalah bagian dari orang yang tidak berhenti menangis. Bahkan, bukan sejam dua jam, melainkan berhari-hari. Bangun tidur nangis, mau tidur nangis, mau apapun nangis. Bisa dibilang air mata saya punya banyak stock dan tidak kering-kering.

2. Tidak Makan dan Tidak Minum.


Percayakah kalian ketika saya menulis ini, sebelumnya saya tidak makan selama lima hari? Hanya mengkonsumsi air putih saja. Hahaha! Bukan tidak mau makan atau minum, tetapi memang tidak bisa menerima makanan apapun. Setiap saya mencoba menyendokan makanan ke mulut, maka yang terasa adalah mual dan tiba-tiba kenyang sehingga saya harus memuntahkan kembali seluruh makanan saya. Kopi, yang biasa saya jadikan tempat bersandar setiap masalah datang kepada saya pun, tidak terasa apapun. Baru meminum seteguk langsung saya muntahkan kembali. Bersyukur saya masih bisa bertahan hidup sampai sekarang.

3. Tidak Mau Bertemu Siapapun.


Saya adalah pribadi yang sangat extrovert, sangat senang bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain. Namun, selama kira-kira dua minggu ini saya menghindari bertemu banyak orang. Menghindari berkomunikasi dengan orang lain. Setiap ada pesan pribadi yang masuk, saya hanya jawab sekenanya saja, atau yang paling parah saya biarkan. Padahal di antaranya adalah tentang pekerjaan. Namun, setiap saya mencoba mengetikan balasan pesan orang-orang tersebut, hati saya terasa perih karena bukan dia yang saya kirimkan pesan. Begitu juga dengan mereka yang ingin bertemu saya, mereka sudah sampai di rumah, namun saya enggan menemui mereka. Membuat mereka yang ingin membantu dan menghibur menjadi kebingungan karena tidak tahu harus apa. Saya hapus semua janji saya selama dua minggu, dan sebulan ke depan.

4. Stalking Tiada Henti.


Mengecek kapan terakhir kali dia membuka whatsapp adalah kegiatan saya selama dua minggu itu. Mengecek semua akun following dia setiap kali membuka instagram. Sumpah, ini kegiatan teraneh saya selama putus cinta. Dulu, setiap saya putus maka saya tidak akan iseng cari tahu kegiatan mantan saya. Malah terkesan tidak ingin tahu. Anehnya yang ini malah saya rajin stalking, entah karena rasa cinta yang terlalu besar atau memang harapan yang penuh.

5. Membaca Pesan Terakhir Dengannya.


Sumpah, ini aneh banget. Berkali-kali saya membaca pesan terakhir dia, berkali-kali juga saya menangis. Sudah tahu menyakitkan, tetapi tetap saja dilakukan. Begitulah perempuan. Entah apa yang ada dalam fikiran saya, alam bawah sadar saya meminta untuk selalu melihat pesan terakhir dari dia. Beberapa kali saya mengetik, lalu saya hapus. Begitu terus tanpa henti.

6. Rajin Menghampiri Ke Rumahnya.


Please, yang ini jangan kalian contoh! Jauh-jauh dari sikap ini. Saya pernah hampir dua jam penuh di depan komplek gerbang rumahnya. Entah apa yang terjadi dengan saya. Saat itu saya hanya rindu dan ingin melihatnya. Mungkin bagi kalian yang membaca ini, akan menyatakan bahwa saya depresi akut. Memang seperti itu keadaannya.

7. Berjalan Tidak Tahu Arah.


Ini adalah bagian dan puncak paling parah dari keseluruhan rangkaian kesedihan saya. Saya berjalan tidak tahu mau kemana. Naik turun bus tidak tentu arah. Transit kereta sana-sini. Yang saya tahu saat itu adalah, saya sudah merasakan hilang arah. Tidak tahu lagi apa tujuan saya. Pernah pukul 23.00 saya masih terluntang-lantung di daerah Jakarta Pusat, sementara rumah saya di Jakarta Selatan. Mau kemana, saya pun tidak tahu. Sempat ingin memutuskan keluar kota saat itu saja dengan persediaan seminim mungkin yang saya bawa. Entahlah, saya juga tidak mengerti kenapa seperti ini jadinya. Kosong, hampa, dan membuat saya hilang arah tujuan.

Begitulah rangkaian 7 kelakuan saya saat baru saja putus cinta kemarin. Memang tidak sepenuhnya perempuan seperti itu. Tetapi mungkin bagi saya yang sudah sangat serius dan penuh pengharapan, bisa jadi seperti ini. Tingkat kedewasaan setiap orang berbeda, begitu juga kadar mereka dalam mencintai pasangannya. 

Seorang teman bahkan sampai bilang, Ketika kamu sudah merasakan hilang arah dan tidak tahu mau kemana, itu berarti kamu sudah mencintai dia sampai ke alam bawah sadar kamu.

Semoga kalian para perempuan di luar sana yang juga sedang mengalami kesedihan karena putus cinta, bisa segera bangkit dari kesedihan kalian.


Salam, Pipi Bolong. 

*) Image via Pexels

Wednesday, February 14, 2018

"Aku mau ke Garut! Kamu mau ikut?" Begitu pertanyaan seorang teman ketika saya sedang pusing dengan kebisingan ibukota pada Oktober 2017 kemarin. Tanpa berfikir panjang, saya pun mengiyakan pertanyaan tersebut.

Untungnya, Komunitas Backpacker Jakarta, mengadakan trip ke Garut dengan biaya tidaklah mahal. Sekitar 400K dengan 10 destinasi. Dan salah satu destinasi tersebut adalah "Curug Sanghyang Taraje", yang akan saya ulik dan bahas dalam postingan ini.

Kenapa Curug Sanghyang Taraje? Kenapa bukan destinasi lainnya yang saya bahas? Itu semua karena saya mendengar dan membaca cerita dibalik keindahan dan kemegahan curug ini. Tapi, nanti dulu! Pelan-pelan akan saya ceritakan sembari kalian baca tentang perjalanan saya menuju curug tersebut.

Perjalanan Menuju Curug Sanghyang Taraje

Perjalanan menuju curug sendiri tidak bisa ditempuh dengan mengendarai kendaraan roda empat. Karena banyak tikungan tajam, dengan jurang di tepiannya. Maka, kami pun memarkir kendaraan roda empat disebuah lapangan yang memang sepertinya dijadikan tempat parkir kendaraan untuk mereka yang ingin menuju Curug Sanghyang Taraje.

Informasi yang didapat, kami harus berjalan kaki kira-kira sekitar 2-3 kilometer untuk sampai di curug. Dengan kondisi jalan berbatu, namun menurun. Ada alternatif menggunakan ojek untuk sampai di curug dengan harga Rp 20.000. Namun, sepertinya itu dijadikan pilihan untuk pulang dari curug saja.

Sepanjang jalan, dihampiri oleh sawah-sawah yang cantik tiada batas. Banyak juga penduduk sekitar yang sedang bekerja bakti memperbaiki jalanan yang rusak. Dan, memang benar bahwa tikungan jalanan menuju curug tersebut sangat tajam juga diselingi jurang. Namun, banyak juga hamparan padi menguning yang tak kalah cantiknya.



Mitos dan Pesona Curug Sanghyang Taraje

Setelah berjalan kaki kurang lebih 2-3 kilometer, akhirnya sampailah kami di Curug Sanghyang Taraje. Dalam Bahasa Sunda, curug artinya air terjun, dan taraje artinya tangga, sementara sang hyang adalah sebutan kehormatan untuk dewa/raja zaman dulu. Berarti Curug Sanghyang Taraje artinya tangga untuk yang digunakan dewa-dewa.

Selain mitos tangga tersebut, ada juga mitos tentang Sangkuriang. Katanya, tak jauh dari air terjun tersebut ada sebuah batu dengan tapak raksasa yang dijadikan Sangkuriang sebagai tempat penyimpanan harta atau barangnya, semacam itulah. Tapi itu mitos ya, belum tentu benar ataupun salah karena selama ini yang saya tahu cuma Tuhan yang paling benar serta wanita yang selalu merasa benar.

Terlepas dari itu semua, curug ini memiliki pesona keindahan yang cukup fantastis! Mampu menyihir semua orang yang datang ke sini untuk benar-benar menikmati keindahan. Saya sendiri bahkan hanya sedikit berfoto-foto, lebih memilih untuk menikmati curug ini.

Dengan ketinggian hampir seratus meter, curug ini mampu membuat kita tertegun saat pertama kali melihatnya. Agak ngeri sih saya sebenarnya, karena arusnya sangat deras dan ketinggian curug yang mampu membuat mulut menganga heran. Belum lagi rerumputan yang berada di tepi curug, mampu membuat kita merasa tenang dengan kehijauan yang memang seperti dewa-dewa itu turunkan untuk menyegarkan pandangan mata.

Namun, saya masih belum berani untuk bermain langsung ke curug. Nyali saya belum teruji untuk merasakan air dari ketinggian hampir 100 meter tersebut. Hihihi.



Bagaimana? Tertarik untuk mencoba ke sini? Silahkan saja! Curug ini berlokasi di Kp. Kombongan, Pakenjeng, Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bisa menjadi salah satu tujuan wisata jika kalian berkunjung ke Garut. Sampai jumpa di trip selanjutnya!

Salam, Pipi Bolong. 

Tuesday, February 6, 2018


Apa yang terlintas dalam benak kalian tentang 'kuburan'? Kebanyakan tentang horor dan mistis. Padahal menurut saya, masa lalu lebih horor daripada kuburan. Apalagi kalau kita tidak bisa move on dari masa lalu. Itu dijamin horor banget dan bisa menghantui seumur hidup.

Pada beberapa postingan sebelumnya, saya sudah membahas tentang kuburan-kuburan cantik nan ciamik yang kesannya jauh dari horor, yaitu Ereveld, yang artinya Taman Kehormatan.


Kalau sebelumnya saya sibuk membahas Ereveld yang ada di Jakarta, kali ini, saya akan bercerita tentang pemakaman yang terletak di kota kembang nan cantik jelita, yaitu Bandung! Ya pastinya harus bahas yang di luar Jakarta, karena yang di Jakarta kan sudah disinggahi keduanya. Maka dari itu Bandung menjadi pilihan selanjutnya dalam petualangan saya menyinggahi Ereveld yang ada di Indonesia.

Baca juga : Tiga Tempat Wisata Gratis, Berdekatan, dan Instagramable di Bandung


Pasti kalian heran kan, kenapa saya suka banget main ke kuburan? Ih enggak usah ditanya! Saya saja heran banget kenapa saya sesuka itu main ke kuburan. 

Ada dua Ereveld yang terdapat di Bandung, yaitu Ereveld Pandu dan Ereveld Leuwi Gajah. Ereveld Pandu ini berada di tengah-tengah kompleks pemakaman yang terletak di Jalan Pandu, Bandung. 

Sekilas tampak sangat berbeda. Karena pemakaman milik Belanda ini, merupakan komplek tersendiri lagi di dalam komplek pemakaman Pandu. Terpisahkan oleh gerbang tinggi yang bertuliskan Ereveld Pandu di kanan dan kirinya. Merekalah yang akan menyambut kita saat pertama kali menginjakan kaki di muka gerbang Ereveld Pandu. 

Sumber gambar findagrave.
Setiap tempat memiliki peraturan masing-masing. Dan, peraturan yang ada di Ereveld Pandu tak jauh berbeda dengan peraturan di Ereveld lainnya, seperti; tidak boleh berfoto dengan nisan yang ada namanya, harus berpakain sopan, dan tidak boleh berisik di area komplek pemakaman. Memiliki jam berkunjung yaitu dari Senin-Sabtu, dari pukul 07.00-18.00. 

Saat melangkahkan kaki kedalam Ereveld ini, kita akan disambut pepohonan kanan kiri yang cukup menyegarkan mata. Saya sempat amnesia sesaat, ini saya ke kuburan atau ke hati si dia. Kok isinya pepohonan yang indah nan rupawan ya. Lalu langsung teringat, memang seperti ini Ereveld. Indah, rapi, juga jauh dari mistis.

  

Jalan setapak nan indah itu, akan mengantarkan kita semua ke sebuah monumen yang tepat berada dalam garis lurus dari pintu gerbang. Bertuliskan "OPGERICHT TER GEDACHTENIS AAN HEN DIE VIELEN ALS OFFER IN DE STRIJD OM VREDE EN RECHT." Yang artinya, "Didirikan untuk mengenang orang-orang yang jatuh sebagai pengorbanan dalam perjuangan untuk perdamaian dan keadilan." 



Memiliki tanah seluas 3,5 ha dengan 4000 makam yang terdapat di dalamnya. Tidak hanya makam KNIL, tetapi banyak juga pribumi lain dikuburkan di sana. 

Selain monumen yang dijelaskan di atas, ada juga Monumen Padalarang yang dibangun untuk mengenang tragedi jatuhnya pesawat KLM DC-3 bernomor penerbangan DT-947 di dekat Padalarang pada 10 Februari 1948, menewaskan tiga pemusik Belanda yaitu; pianis Elisabeth Everts (28 tahun), pemain cello Johan Gutlich (36 tahun), dan violis Rudi Broer Van Dijk (22 tahun)..  Selain itu Wolff Schoemaker, arsitek Belanda yang merancang desain sejumlah bangunan terkenal di Kota Bandung, juga dimakamkan di Ereveld Pandu.

Terdapat juga sebuah prasati yang bertuliskan "TER EERBIEDIGE NAGEDACHTENIS AAN DE VELE ONGENOEMOEN DIE HUN LEVEN OFFERDEN EN NIET RUSTEN OP DEEREVELDEN." Yang artinya, "untuk mengenang dengan hormat mereka yang tak disebut tetapi telah mengorbankan dirinya dan tidak bisa beristirahat di taman-taman kehormatan”.



Sebenarnya, cukup banyak gambar yang saya ambil. Namun, di dalam gambar-gambar tersebut, secara tak sengaja terselip juga gambar nisan lengkap dengan namanya. Maka dari itu saya tidak publikasikan dan saya hapus. Karena salah satu peraturan Ereveld sangatlah jelas, tidak boleh berfoto dengan nisan yang bertuliskan nama.

Ketika sedang asyik menjelajahi Ereveld Pandu, hujan turun dengan derasnya membuat saya harus menghentikan kegiatan. Maka dari itu, tidak semua bagian Ereveld bisa saya kunjungi. Membuat eksplorasi saya tidak selengkah dua Ereveld lainnya. Namun, semoga lain waktu dan lain kesempatan saya bisa mengunjungi tiap-tiap bagian yang ada di Ereveld Pandu ini, dengan kamu tentunya!

Salam, Pipi Bolong.

Tuesday, January 30, 2018

Kamu suka makan jengkol? Sama! Saya sangat suka makan jengkol. Sebagai anak berdarah Banjarmasin-Betawi yang lebih terasa kental darah Betawinya, saya merupakan pecinta jengkol nomor wahid, pengagum kelas berat, juga penggemar jengkol paling setia. Intinya, rasa suka saya terhadap jengkol melebihi rasa suka saya terhadap kamu. 

Namun ternyata, terlalu banyak makan jengkol itu tidak baik. Memang, sesuatu yang dilebih-lebihkan itu tidak baik. Seperti rasa sayangku ke kamu yang terlalu berlebihan, misalnya. Saya sendiri pernah mengalami efek buruk karena makan jengkol terlalu banyak.

Jengkoleun yang terjadi kepada saya, tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup.

Kronologis Jengkoleun.


Sumber Gambar : www.resepkoki.id 
Awal mulanya adalah saat saya datang menghadiri pernikahan seorang teman. Jengkol merupakan salah satu menu yang disajikan. Karena sudah dua minggu tak makan jengkol, bisa dibilang saya kalap. Setelahnya saya yakin disumpahin sama yang punya hajat karena sudah menghabiskan jengkolnya. 

Keesokan harinya ternyata salah satu keluarga ada yang memasak jengkol. Tak luput saya mendapat kiriman seporsi besar jengkol yang saya makan sendiri, dan tak bagi ke keluarga lainnya. Hati boleh berbagi, namun tidak dengan jengkol.

Dua hari pun berlalu begitu saja. Tak ada sumpah yang menjadi nyata. Tapi kepergianmu yang menjadi nyata.

Cerita ini di mulai pada suatu sore yang mendung dan gerimis, ditemani oleh rintik-rintik kenangan, saya mulai merasa anyang-anyangan. Astaga! Seumur hidup saya belum pernah mengalami anyang-anyangan, sumpah rasanya itu enggak enak banget! Rasanya mau banget buang air kecil, tapi saat keluar tuh sedikit banget. Itu kaya udah suka banget sama dia, dan responnya dia cuma selintas. Sakit!

Saya kira awalnya ini karena cuaca, cuaca yang dingin membuat saya mau buang air kecil terus-menerus, namun karena saya kurang minum air putih maka dari itu urin yang keluar sangat sedikit. Bolak-balik saya ke toilet, melebihi bolak-baliknya fase putus nyambung kita.

Karena saya merasa ini sepele, saya tetap cuek saja.  Namun, semakin lama anyang-anyangan ini terasa tidak nyaman, buang air kecil terasa semakin susah dan sakit. Sangat tidak nyaman! Seperti hubungan kita yang sudah tak senyaman saat pertama. 

Saya pun mencoba menghubungi seorang dokter kenalan saya. Saya jelaskan bahwa saya merasa anyang-anyangan dan sangat tidak nyaman. Dokter tersebut menyarankan saya untuk minum air putih yang banyak, jika masih terasa sangat tidak nyaman baiknya ke dokter.

Akhirnya, karena sudah merasa tidak kuat lagi pada hubungan kita, eh pada anyang-anyangan ini maksudnya. Pukul sepuluh malam, saya putuskan untuk ke dokter. Sesampainya di dokter, dokter bertanya apakah saya terasa demam atau ada nyeri panggul, saya jawab tidak. Lalu dokter mulai memeriksa ditambah menekan beberapa bagian perut.

Dan, diagnosanya adalah jengkoleun! 

Saya baru ingat, beberapa hari lalu saya kalap di hajatan dan setelahnya menghabiskan porsi jengkol untuk keluarga besar. Ketika saya bercerita itu, dokter hanya merespon;

Kamu disumpahin tuh ngabisin jengkol untuk hajatan sekampung sama yang punya hajat.

Jadi, jengkol itu mengandung serpihan-serpihan kristal yang menyumbat saluran kemih. Tapi, anyang-anyangan bukan hanya karena jengkol saja sih. Bisa juga karena kebanyakan mikirin kamu, terus jadi nahan pipis karena keasyikan mikirin. 

Kembali lagi ke cerita. Astaga, rasanya saat itu saya mau ketawa terbahak-bahak. 25 tahun saya hidup, baru kali ini saya mendengar tentang jengkolan. Dokter lalu memberi resep juga peringatan agar tidak makan jengkol dulu, tidak menahan pipis, dan minum air putih yang banyak. Untungnya tidak disuruh berhenti kangen sama kamu.

Namun, setelahnya saya malah takut makan jengkol lagi. Seperti takut kehilanganmu maka lebih memilih menjauh.

Solusi Anyang-Anyangan Alami, Prive Uri-cran.

Hari-hari pun berlalu dengan sempurna. Hingga sampailah suatu pagi saya mulai merasa sedikit anyang-anyangan. Dengan segera saya minum air putih banyak-banyak.

Setelahnya saya mengingat beberapa waktu kebelakang, apakah saya makan jengkol? Jawabannya tidak. Lalu kenapa? Memang sih saya ada beberapa kali menahan buang air kecil, namun tidak sering dan tidak lama. 

Saya pun berselancar di internet, Untuk mencari tahu penyebab anyang-anyangan itu. Apakah karena terlalu banyak mikirin kamu? Akhirnya setelah membuka website http://uricran.co.id saya menemukan banyak penyebab anyang-anyangan. Banyak sekali informasi tentang anyang-anyangan di situ, bisa coba dilihat dan dibaca dengan menggunakan hati, dijamin langsung jatuh hati.

Secara anatomi, saluran kemih wanita lebih rentan diserang bakteri jahat E-Coli. Bila tidak segera ditangani ini akan mengakibatkan infeksi saluran kemih. - http://uricran.co.id

sumber : http://uricran.co.id
Bukan hanya penyebab yang saya temukan di website tersebut, jodoh juga! Maksudnya jodoh untuk sakit anyang-anyangan ini, lebih tepatnya sih solusi secara alami. Maklum, kebanyakan mikirin jodoh di mana.

Dan, akhirnya kumenemukanmu, disaat anyang-anyangan mulai kembali menghantuiku. Prive Uri-cran jawabannya!



Merupakan suplemen makanan yang terdiri dari Buah Cranberry Extract Plus Vitamin C & Probobiotik. Buah Cranberry konon katanya efektif mencegah Infeksi Saluran Kemih karena memiliki Proanthocyanidin yang dapat menghambat perlekatan bakteri E.coli di saluran kemih. Bisa cek selengkapnya di sini.

Prive Uri-cran sendiri terbagi menjadi dua yaitu Uri-cran ( kapsul) dan Prive Uri-cran Plus (bubuk). Saya lebih memilih Prive Uri-cran Plus, seperti meminum jus Cranberry alasannya. Namun, senyamannya kamu saja mau yang mana, asal setia.

Segera saya menuju apotik dan membeli Prive Uri-cran Plus dan mengkonsumsinya. Cara minumnya juga mudah, cukup menuangkan satu sachet Prive Uri-cran ke dalam air 150 ml, Lalu minum dalam keadaan tenang dan tak galau. Karena kalau galau tak akan ada rasanya, hampa. 


Tidak lama kemudian setelah minum Prive Uri-cran Plus ditambah air putih banyak-banyak, saya buang air kecil dengan volume lumayan sebanyak tiga kali berturut-turut, dengan jeda waktu sepuluh menit. Setelahnya anyang-anyangannya hilang. Ajaib! Lebih cepat daripada move on ke kamu!

Dan kini, saya memutuskan untuk rutin mengkonsumsi Prive Uri-cran Plus, melebihi rutinitas saya mikirin kamu. Karena saya sudah tidak mau lagi merasakan anyang-anyangan, sumpah sakit dan terasa nyeri saat buang air kecil. Sangat tidak nyaman, melebihi sikapmu yang dingin dan membuatku tak nyaman itu. Semoga setelahnya saya tidak lagi merasa anyang-anyangan dan kamu juga kembali membuatku nyaman dan sayang. 

Karena kalo tidak sayang, belum tentu nyaman. Tetapi jika sayang, sudah pasti nyaman. Seperti Prive Uri-cran Plus kesayangan yang membuat nyaman.

Salam, Pipi Bolong.

Friday, January 19, 2018

Dalam setiap hubungan, tidak semua berjalan mulus. Ada yang berakhir pasangan di pelaminan, ada juga yang berakhir menjadi tamu undangan di pelaminan mantan. Ketahuilah, bahwa hubungan itu bukan hanya tentang rasa cinta, tetapi juga tentang kesamaan prinsip kedepannya. Jika prinsip sudah tak sama lagi, maka hubungan tak lagi bisa untuk diteruskan. Begitulah petuah sang pendekar tongkat cinta yang sering patah hati akibat kandasnya hubungan.

Dalam hal berakhirnya suatu hubungan, lelaki yang paling sering disalahkan. Kenapa? Karena perempuan selalu merasa paling benar. Setuju? Kalau kamu tidak setuju silahkan cari pembenaran kalian dengan berjalan ke arah barat.

Terlebih lagi, jika lelaki langsung move on dan memiliki pasangan baru setelah putus. Siap-siap mendapat terpaan dan doa-doa sakit hati dari sang mantan. Padahal, menurut artikel yang saya baca, move on bukan berarti sang lelaki sudah melupakan sepenuhnya, sebenarnya mereka sangat kehilangan dan mencari tempat pelampiasan untuk ‘pulang’.

Perempuan, jika sudah patah hati mampu menangis berhari-hari. Curhat kesana kemari mencari pembenaran. Dan pada akhirnya tertunduk lesu di kamar lalu meratapi kisah kasih yang telah berlalu. Sementara, sang mantan sudah mencoba move on dan menjalani hidup yang baru.

Dan pertanyaan terbesar saya, kenapa sih perempuan susah sekali move on? Dalam hal ini termasuk diri saya. Saya membiarkan diri saya menangis berhari-hari di kamar. Mendengarkan lagu-lagu sedih yang membuat saya enggan untuk keluar, apalagi untuk makan. Bahkan, dalam tingkatan patah hati yang sudah akut sekali, terkadang perempuan bisa berbuat nekat. Melukai diri sendiri hanya untuk merasakan sakit hati yang sesungguhnya.

Dan, di situlah saya mendapatkan jawaban sesungguhnya tanpa harus berjalan ke barat. “MENIKMATI!”. Perempuan menikmati rasa sakit itu. Perempuan menikmati rasa kehilangan itu. Perempuan menikmati hancur-sehancurnya kehampaan itu. Dan ketika mereka sudah merasa ‘sembuh’, mereka dengan ikhlas bisa melepaskan masa lalu tersebut tanpa menoleh kebelakang lagi.

Dan, ketika perempuan sudah cukup kuat untuk menerima sesuatu yang baru,  mereka akan benar-benar melupakan dan tak ingin menoleh ke belakang lagi. Dan saat itulah biasanya sang lelaki mulai merasa kehilangan. 

Pada akhirnya kita sama-sama merasa kehilangan, itu hanya masalah waktu saja. Kalau memang berjodoh, kehilangan itu akan dipersatukan kembali kelak.

Percaya enggak percaya silahkan untuk dirasakan, pengalaman pribadi dan tingkat kedewasaan setiap orang berbeda-beda. Belum tentu mengalami hal seperti di atas. Karena sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah SWT. 


Salam, Pipi Bolong.


*) Image via Pexels